Cabuli Bocah SD, Halid Nyaris Dihajar Warga

oleh

Merdeka.com – Abdul Halid (50), warga Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan digelandang ke kantor polisi, Selasa (13/11) karena nyaris dihajar warga. Sebab dia baru saja mencabuli bocah SD kelas 1 berinisial SS (6).

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Herly Purnama menjelaskan, kejadian berawal saat korban dan temannya bermain di depan masjid di sekitar BTN Panciro, Desa Panciro. Dia bermain sepulang sekolah sembari menunggu jemputan keluarga.

Tiba-tiba pelaku yang sudah berkeluarga dengan lima anak menarik tangan korban lewat jendela masjid kemudian mencabulinya.

“Hasil visum yang menemukan ada bekas memerah di bagian luar kemaluan korban,” kata AKP Herly Purnama kepada wartawan, Rabu (14/11).

Setelah mencabuli, pelaku melepaskan korban. Dan saat itu korban melapor ke keluarganya. Kedua orang tua korban kemudian melapor polisi. Di saat bersamaan, pelaku nyaris dimassa warga setempat.

Motif pelaku lantaran tak kuat menahan hasrat. Karena perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 82 jo pasal 76E UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, minimal 5 tahun.

Pelaku mengaku khilaf. Kata dia, selama ini tidak pernah menonton film porno atau semacamnya. “Saya masukkan jari, baru sentuh celananya, anak itu bilang dipanggil kakak jadi saya lepaskan. Tidak sempat saya apa-apakan. Saya khilaf pak,” tutur bapak lima anak ini. [cob]

SUMBER