Dilarang naik motor ke sekolah, Siswi SMA Aceh nekat gantung diri dengan kain hijab

oleh

Nangroe Aceh Darussalam- Berbekal selembar kain hijab putih seragam sekolahnya, seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA nekat gantung diri di ventilasi pintu kamarnya yang berada di lantai 2 pada Senin 12/11/18. Korban diduga melakukan hal yang dilarang agama tersebut dikarenakan dilarang oleh ayahnya untuk mengendarai motor sendiri untuk berangkat ke sekolah. Warga Kecamatan Kluet tengah, Kabupaten Aceh Selatan sontak di kagetkan dengan kejadian tersebut dan langsung berkumpul di depan rumah korban.

Menurut informasi yang berhasil di himpun awak media,tepatnya pada hari ini Senin 12/11/18 sekitar pukul 05.30 WIB. di Desa Sawah, Kec Kluet Tengah, tepatnya di kamar lantai 2 rumah Suhadi (ayah kandung korban),korban telah di temukan dalam posisi tergantung dan di ketahui telah meninggal dunia

Identitas gadis manis tersebut dapat di ketahui bernama, Khusnul Khotimah (16th), Pelajar kelas XI IPA, di SMAN Kluet Tengah. Desa Kampung Sawah, Kecamatan.Kluet Tengah,Aceh Selatan. Diperoleh informasi, Khusnul yang berusia 16 tahun itu ditemukan sudah menjadi mayat oleh ayahnya, Suhadi, 47. Pagi itu, Suhadi sudah pergi bekerja. Tetapi, perasaannya tidak enak. Dia menduga itu firasat buruk. Lalu, Suhadi pulang lagi. Sampai di rumah, dia melihat lampu di kamar korban yang berada di lantai 2 menyala.

Suhadi lantas berniat mematikan lampu di kamar yang berukuran 4 x 6 meter itu lantaran mengira anaknya sudah berangkat ke sekolah. Begitu naik tangga, dia terperanjat karena sesosok tubuh tergantung di ventilasi kamar Khusnul. Semula sosok dengan rambut awut-awutan itu dikira boneka. Tapi, saat dicermati, ternyata anaknya sendiri. Kondisi siswi yang masih mengenakan seragam sekolah itu mengenaskan. Matanya mendelik, lidah terjulur, dan dari anusnya keluar kotoran, sementara lehernya terjerat jilbab putih miliknya yang disangkutkan di ventilasi kamar dan sudah tidak bernyawa lagi. Di leher korban di dapati lecet merah bekas ikatan kain jilbab. Untuk pijakannya berupa kursi plastik warna merah yang sudah ditendang korban.

Gambar 1: TKP siswi gantung diri

Sebelumnya, korban setelah sholat Shubuh, meminta izin kepada ayahnya untuk membawa motor baru ayahnya ke sekolah bersama teman-temannya. Tetapi ayahnya tidak mengizinkan dengan alasan masih belum mahir dan dibawah umur. Khusnul sempat menangis dan merajuk kepada ayahnya, walaupun begitu Khusnul tetap beraktivitas seperti biasa. Sesudah mandi, dia berdandan dengan mengenakan seragam sekolahnya. Tidak ada yang menyangka, korban urung sekolah, tapi malah mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri. Para tetangga berlari ke rumah Korban kemudian Suhadi di bantu oleh warga serta di saksikan oleh istri yang baru pulang dari pasar dan Para warga lainnya, memotong kain jilbab putih yg di gunakan korban untuk bunuh diri dan menurunkan korban yang sudah tidak bernyawa lagi. Tak ayal orang tua korban menangis sejadi-jadinya, bagaimana tidak Khusnul adalah anak tunggal di keluarga tersebut.

Selanjutnya Polisi mengamankan barang bukti yaitu, kain jilbab putih, seragam sekolah korban, kursi plastik dan satu unit HP Android warna hitam milik korban dan dalam konsep HP korban di temukan tulisan berupa ” MAAFKAN AQU AYAH IBU, PERIH RSA NYA HATI INI, RASA NYA INGIN AQU BUANG JAUH2 DRI HDUP INI, TPI AQU NGAK BISA, NGAK BISA HTI INI MNAHAN PRIH NYA HATI INI, HANYA ADA SATU CARA UNTK MNGHILANGKAN RASA PERIH INI YAITU MNGHILANG DARI PAMILY, SAMPAI BERTEMU DI SURGA” (urutan huruf tulisan sesuai yang ada di hp korban)