Mengaku hamil, Siswi SMA di Gorontalo nekat gantung diri dengan kerudungnya

oleh

Kepolisian sektor Popayato Barat menangani kasus gantung diri seorang gadis SMA di Desa Dudewulo Kec. Popayato Barat, yang dalam hal ini korban merupakan salah satu siswi sekolah SMAN di  kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Selasa (06/11). Adapun identitas dari korban tersebut atas nama Riska Maharani, 17 tahun,

Saat dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, kronologi kejadian ini bermula pada hari Senin tanggal 5 November pukul 22.00 wita Korban bersama pacarnya meminta ijin kepada nenek korban (Emi Lahiya) untuk menjaga orang tua dari Supirman (pacar korban) yang sedang dirawat di puskesmas Popayato.

Korban bersama pacar korban dipuskesmas popayato dari hari jumat 2 Oktober s/d hari selasa 6 Oktober  pukul 10.30 wita. Kemudian korban diantar oleh Supirman (pacar korban) kerumahnya di desa Dudewulo karena orang tua dari pacar korban akan dirujuk ke RS Pohuwato.

Setelah sampai dirumah, korban langsung masuk ke kamar dan saat itu yang berada dirumah pr. Emi Lahiya (nenek korban) bersama pr. Dewi (tante korban).

Pada saat akan dipanggil makan, nenek korban melihat korban dalam keadaan tergantung kaku dengan lidah menjulur keluar di teralis jendela kamarnya dengan menggunakan sehelai kerudung atau jilbab sekolahnya berwarna putih. Dibawahnya terdapat bangku jongkok yang terguling.

Melihat kejadian tersebut pr. Emi Lahiya (nenek korban) langsung memanggil pr. Dewi (Tante korban) dan menurunkan korban yang tergantung di teralis dengan cara melepaskan kerudung yang menjerat lehernya dan setelah dicek korban sudah meninggal dunia.

Disisi lain, dari hasil pemeriksaan pihak dokter Puskesmas Popayato Barat, tanda fisik pada korban yakni bibir kebiruan gelap, lidah tergigit, bekas jeratan di leher berbentuk U tidak menyatu di belakang, letak bekas jeratan jeratan diatas tulang krikoid (Pangkal leher bagian atas), ujung kuku tangan dan kaki kebiruan, tidak ada tanda kekerasan diseluruh tubuh, panjang bekas jeratan 22 centimeter, lebar 4 centimeter.

Dari hasil interogasi dengan lk. Supirman (pacar korban) yaitu mereka berpacaran sejak tahun 2017, kurang lebih 8 bulan dan pada malam takbiran hari raya idul fitri tanggal juni 2018 Riska (korban) mengaku bahwa ia sedang hamil dan kemudian keluarga dari kedua belah pihak mengadakan musyawarah dan hasilnya mereka akan dinikahkan pada bulan Desember 2018.

Kemudian pihak kepolisian juga menemukan temuan di Handphone korban dan pacarnya tersebut berupa screen shot/percakapan di sosial media (inbox facebook) yang dalam percakapan tersebut mereka saling curiga dan cemburu.

Dari hasil interogasi dan pemeriksaan Hp riska ( Korban) dan Hp Supirman (pacar korban), Korban bunuh diri dengan cara menggantung diri karena Supirman (pacar korban) terlibat pertengkaran melalui akun facebook, Supirman (pacar korban) ketahuan berhubungan kembali dengan mantan pacarnya yaitu p.r Zein Samau, umur 18 tahun, pekerjaan siswi Sma 1 Marisa.