Tidak kuat mengurus ibu yang sakit, santriwati nekat kendat dengan kain jilbab

oleh -91 views

BERKRIM.COM,MERANGIN – Warga Kecamatan Muara Siau dibuat heboh. Pasalnya seorang santriwati di Ponpes Depati Agung Dusun Pendung Desa Rantau Macang Kecamatan Muara Siau ditemukan tewas. Santriwati ini nekat menjerat lehernya sendiri di kamar dengan seutas kain jilbab panjang warna hitam miliknya.

Penemuan jasad santriwati bernama Ratna (16) ini diketahui sekitar pukul 11.00, Senin(29/10). Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya IK (18). Saat masuk ke kamar, ia melihat adiknya sudah tergantung dengan kain jilbab yang terlilit dileher dan air liur dari mulutnya sudah berceceran.

Sontak saat itu, IK terkejut dan berteriak. Bahkan dia langsung memberitahukan kejadian tersebut ke orang tuanya dan warga. Mendapatkan informasi tersebut, orang tua korban dan warga langsung mendatangi lokasi dan menurunkan korban dari gantungnya.

Tim Polsek Muara Siau yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi kejadian. Di lokasi, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian. Setelah memeriksa saksi-saksi, diketahui jika korban meninggal dunia murni akibat gantung diri.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, diketahui jika semasa hidupnya korban mengurusi ibunya yang sedang sakit. Selain itu, korban juga mengurusi dua adiknya, selama ibunya terbaring sakit. Tak kuat dengan kehidupan yang dijalaninya, korban mengambil jalan pintas dan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Muara Siau, Iptu Hitler Sinaga membenarkan jika satu santriwati Pontren Depati Agung Ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan tewas dan tergantung saat berada didalam kamar di rumahnya.

“Korban ditemukan sudah tewas tergantung menggunakan sebuah kain jilbab panjang dan dibawahnya terdapat sebuah kursi plastik. Kakak korban yang pertama kali menemukan adiknya itu. Saat ini, korban meninggal murni gantung diri, karena pihak keluarga tidak mau dilakukan visum maka kita membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut kasus ini dikemudain hari,” jelas Iptu Hitler Sinaga, Senin (29/10).

Kapolsek mengatakan dari hasil penyelidikan korban tega mengakhiri hidupnya karena depresi. Hal itu karena korban merawat ibunya yang sedang sakit dan tak kunjung sehat. Beban itu ditambah lagi, korban harus merawat kedua adiknya setiap hari. Sementara itu ayah korban bekerja sehari-hari sebagai buruh tani.

“Untuk jasad korban sudah dikebumikan pihak keluarga di Dusun Sepandung, Desa Rantau Mancang. Sedangkan barang bukti berupa kain sudah kita bawa ke Polsek Muara Siau,” tutupnya. (zak)