Malu digrebek warga saat pacaran, santriwati cantik gantung diri dengan jilbabnya

oleh

Korban saat dirumah duka

Berkrim Malang– Diduga karena tidak kuat menahan malu akibat digrebek warga saat pacaran di rumahnya sendiri, seorang santriwati cantik di salah satu pesantren ternama yang beralamat di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu 21-10-2018 subuh bernama Nur Aliah (17) nekat gantung diri di kamarnya. Jasadnya ditemukan sudah tewas menggantung di teralis jendela kamarnya. Sebuah jilbab sutra yang dicantolkan di teralis melilit leher korban dan dibawahnya terdapat bangku yang sudah terguling. Sebelum kejadian, pada jam 7 malam kekasih korban MH (17) datang mengunjungi korban di rumahnya. Korban sempat cari makan berdua dengan pacarnya lalu kembali lagi kerumah korban untuk mengobrol di ruang tamu.

Gambar 1. TKP bunuh diri

Karena keasyikan mengobrol, korban dan pacarnya tidak sadar ternyata jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam. Tiba-tiba beberapa orang pria tetangganya datang ke rumah korban dan memaksa pacar korban untuk pulang karena sudah larut malam. Korban dan pacarnya sempat dimarahi, untungnya ayah korban H.Safii (53) mendamaikan kedua belah pihak dan berjanji untuk mengingatkan anaknya agar tidak pacaran sampai larut malam. Korban pada malam itu sempat menangis dan merasa malu akibat kejadian itu. Ayah dan Ibu korban sudah mencoba menghiburnya dan menyuruh korban untuk tidur karena besok masuk sekolah, dan setelah itu korban masuk ke kamarnya untuk tidur. Ternyata bukannya tidur, korban malah mencopot jilbab di kepalanya dan mengikatkan di jendela untuk gantung diri.

Gambar 2. Nur semasa hidup

Ketika subuh Ibu korban berniat membangunkan korban di kamarnya yang berada di lantai 2. Tiba-tiba ia melihat anaknya seperti sedang berdiri di depan teralis kamarnya. Ibunya memanggilnya tetapi korban diam saja. Akhirnya ia masuk kamar anaknya. Ketika dilihat dari dekat ternyata korban sudah tewas gantung diri dengan jilbabnya. Waktu itu lidah korban sudah menjulur dan matanya melotot. Sontak ibu korban menjerit sejadi-jadinya sehingga beberapa warga ramai di depan rumah korban. Korban langsung diturunkan beberapa warga dari gantungannya.

Sementara itu, Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono yang datang ke lokasi kejadian mengatakan masih meminta keterangan beberapa saksi untuk memastikan motif aksi nekat Nur.”Dugaannya memang mengarah murni bunuh diri, tapi kita masih menggali keterangan saksi untuk memastikannya. Darmono mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil visum untuk memastikan kematian. “Kita tunggu hasil ‘visum, dugaan sementara korban bunuh diri, karena malu setelah kejadian semalam,” ungkapnya. Laptop korban juga masih menyala dan ada tulisan “Aku Malu” di notepadnya Untuk proses penyelidikan kami juga membawa kain jilbab, bangku, pakaian korban, laptop dan sebuah HP merk IPhone milik korban”, tuturnya.

Aksi bunuh diri yang dilakukan anak tunggal ini menjadi pembicaraan warga yang melayat ke rumah duka. Pasalnya, kondisi ekonomi keluarga yang terbilang mapan dan kaya, tak membuat Nur Aliah mengurungkan niatnya. “Selama ini kami selalu memberikan fasilitas apapun yang Nur minta. Seperti HP, motor, mobil, laptop dan pakaian bagus”. Ungkap ayahnya. Korban langsung dikebumikan siang itu juga.