Ini Hasil Diplomasi Ekonomi Ala Jokowi-JK

oleh

Liputan6.com, Jakarta – Selama 4 tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), berbagai perhelatan besar antar negara beberapa kali digelar di Indonesia. Kesempatan itu turut dimanfaatkan sebagai ajang diplomasi ekonomi yang kemudian menghasilkan pemasukan besar bagi negara.

Mengutip catatan kantor Kepala Staf Kepresidenan, Minggu (21/10/2018), event-event berskala internasional yang punya dampak positif bagi keuangan negara tersebut antara lain Trade Expo Indonesia 2017, Indonesia Fair 2018, Indonesia-Africa Forum 2018, serta IMF-WBG 2018.

Pada pameran dagang Trade Expo Indonesia 2017 yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition, 11-15 Oktober 2017. Dalam acara itu, Indonesia sukses menghasilkan transaksi bisnis dengan Rusia sekitar USD 50 juta dari sawit dan kopi.

Adapun beberapa produk yang ditransaksikan pada kesempatan itu yakni Kopi Kapal Api sebanyak 25 kontainer USD 850 ribu, dan 12 kontainer kopi roasting dari Malang sebesar USD 1,2 juta per tahun. Total pendapatan yang diterima ialah USD 52,05 juta.

Selanjutnya, penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018 pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini berhasil meraih transaksi sebesar USD 586,55 juta dan business announcement senilai USD 1,3 miliar.

Diplomasi ekonomi juga terjadi pada Indonesia Fair 2018 yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh, pada 26-28 April 2018. Kegiatan promosi terpadu yang menggabungkan misi dagang, pertunjukan budaya dan promosi pariwisata ini lantas menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp 3,76 triliun.

Belum lama ini, Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober kemarin. Menurut laporan, anggaran biaya yang harus disiapkan pemerintah untuk menginisiasi perhelatan yang diikuti oleh ribuan perwakilan dari 189 negara ini sekitar Rp 566 miliar.

Meski begitu, manfaat yang dihasilkan dari IMF-WBG ini terbilang jauh lebih besar. Seperti manfaat bagi ekonomi Bali pada rentang waktu 2017-2018 yang diperkirakan sebesar Rp 5,9 triliun.

Manfaat lain bagi negara, yakni besaran investasi untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebanyak Rp 200 triliun, serta prediksi penerimaan pajak yang berkisar antara Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun.

SUMBER